Sultra Peringkat ke 3 Inflasi Tertinggi

Bem Fisip UHO Gelar Seminar Literasi

Sultralink.com, Kendari – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kenaikan angka inflasi yang relative cukup tinggi sepanjang tahun 2023. Tingkat Inflasi Juli 2023 tercatat 5,32 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto dalam rapat koordinasi (Rakor) pengendalian Inflasi di daerah yang dilakukan setiap minggu secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Mendagri RI) di Aula Merah Putih Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra Senin, (10/7/2023) kemarin.

Ari Sismanto mengatakan secara nasional inflasi disultra masih relative cukup tinggi berada diurutan ketiga yakni 5,32 persen (y-o-y), urutan kedua Maluku utara (5, 37) persen dan urutan pertama Maluku (6,07) persen.

“Inflasi Kota Kendari Juni 2023 inflasi Year on Year (yoy) sebesar 5,81 persen. sehingga perlu mendapatkan perhatian dan secara indeks perubahan harga pada minggu pertama juli, kita memang tidak masuk di 10 besar Provinsi, kab/kota namun indeks perubahan harga berada dikabupaten bombana yang termaksud relative tinggi diangkah 3,35 persen,”jelas Ari Sismanto, dalam keterangan resminya, Selasa (11/7/2023).

Lebih lanjut ia menyebutkan beberapa komoditas penyumbang utama kenaikan inflasi di kabupaten bombana yang perlu diwaspadai antara lain daging sapi, udang basah, telur ayam ras dan secara keseluruhan untuk wilayah sultra yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang putih, daging ayam ras, susu bubuk, tepung terigu dan gula pasir. “Untuk penurunan diminggu pertama bulan juli adalah tahu, tempe, minyak goreng, bawang merah dan telur ayam ras,”lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan setelah dirinya mendampingi Presiden melalukan kunjungan di Papua, dan malakukan berdiskusi cukup panjang tentang masalah pengendalian inflasi daerah. “Presiden menyampaikan terimahkasih banyak kepada rekan-rekan semua karna kita bersama pemerintah pusat dan daerah dapat mengendalikan inflasi dan mengalami penurunan angka inflasi dari 4 persen ke 3,52 persen untuk year-on-year, meskipun masih terjadi kenaikan dalam angka yang tidak terlalu besar selama periode mei sampai bulan juni. Serta ada beberapa komoditas yang perlu kita atensi yakni harga jagung ditingkat peternak, daging ayam ras dan telur ayam ras,”ungkapnya.

Ditempat yang sama Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, menerangkan indeks perkembangan harga untuk minggu pertama juli 2023 terdapat di indeks perkembangan harga (IPH) nasional berdasarkan kondisi minggu pertama juli 2023, jumlah kab/kota yang mengalami kenaikan IPH naik sekitar 3 persen dari minggu sebelumnya dan kenaikan IPH terjadi di sebagian besar wilayah sumatera dan Sulawesi.

“Untuk komoditas utama yang memengaruhi perubahan indeks perkembangan harga yaitu komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di sejumlah kab/kota sampai minggu pertama juli 2023 adalah cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, dan cabai rawit,”terangnya.

Paparan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, menjelaskan ada 4 poin Pertama, perkembangan harga pangan di tingkat konsumen Kedua, strategi badan pangan untuk ketersediaan dan stabilisasi pangan dan kerawanan pangan Ketiga, penyaluran bantuan pangan beras,daging ayam dan telur Keempat, sistem peringatan dini kerawanan pangan.

‘’ada 4 komoditas yang perlu mendapatkan perhatian penting kita semua yakni jagung Tk. Peternak terjadi kenaikan 24 persen, garam konsumsi 19,80 persen, beras medium zona 3 mengalami kenaikan diatas 19,30 persen dan telur ayam ras 14,33 persen,’’ jelasnya

Laporan : Redaksi

error: Hak cipta dilindungi undang-undang !!