Prihatin Kondisi Masyarakat, Ketua Komisi I DPRD Konut Bergerak Bantu Masyarakat di Tempat Banjir

Sultralink.Com, Konawe Utara – Banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak Jumat 3 Mei 2024 banyak mendapat keprihatinan dari berbagai pihak. Salah satunya, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut, Herman Sewani.

Herman Sewani turun langsung di lokasi banjir membantu masyarakat yang hendak menyebrangi jalan dengan kondisi sudah tertutupi banjir setinggi dada orang dewasa.

Dimedan banjir besar itu, Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini juga turut mengarahkan pengguna kendaraan agar teratur saat menyebrangi area banjir.

Bahkan, ia pun juga ikut membantu masyarakat untuk menaikkan kendaraan masyarakat ke perahu pincara, dan rakit yang digunakan untuk melintasi kawasan banjir.

“Lurus pak, lurus. Ikuti komando, awas hati-hati nanti jatuh. Mari pak saya bantu naikkan kendaraannya di perahu,”kata Herman Sewani saat mengarahkan pengguna kendaraan untuk naik ke perahu pincara dilokasi banjir wilayah sabandete, Sabut 4 April 2024.

Herman Sewani terus memantau kondisi masyarakatnya, terutama yang terdampak banjir. Serta memberikan dukungan semangat agar selalu bersabar atas kondisi yang terjadi saat ini. Ia pun tak luput selalu berpesan kepada masyarakat agar selalu waspada, dan mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

“Kami juga sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah, agar menyiapkan fasilitas sarana dan prasarana pendukung untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Dan Alhamdulillah semua sudah disiagakan,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang 300 meter jalan poros umum diwilayah Sabandete, Kecamatan Oheo hingga saat ini masih terendam banjir.

Jalan tersebut menghubungkan antara kabupaten Konut menuju Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Serta Provinsi Sulawesi Tenggara dan Morowali Sulawesi Selatan.

Bulevar tersebut dibawah tanggung jawab oleh Balai Jalan PUPR Provinsi Sulawesi Selatan.

Banjir mengakibatkan arus lalulintas lumpuh, dan harus antrian sepanjang sekitar 5 kilometer. Kendaraan-kendaraan yang hendak melintas harus antrian, bahkan sampai harus bermalam di lokasi banjir untuk menunggu antrian.***Adenventorial

Laporan: Indra Kusdana