Dua Siswa Di Konut Dibuntuti OTK Sambil Memegang Alat Suntik, Diduga Akan Diculik

Gambar Ilustrasi

SultraLink.com,Kendari – Dua murid perempuan bernama Adel (9) dan Selvi (9) dibuntuti orang tidak dikenal (OTK) saat berangkat kesekolah di TK SLTP Satap Sawa Desa Puupi, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Babinsa Koramil 1430-01 Lasolo Serka Ayyub Masri mengatakan, kejadian tersebut berawal dari laporan seorang guru bernama M Natsir bahwa anak muridnya telah di buntuti seorang OTK saat berangkat kesekolah.

“Pada saat perjalanan menuju sekolah kedua murid itu melewati hutan kecil tak jauh dari pemukiman penduduk, lalu tiba-tiba di tengah perjalanan ada seorang pria tak di kenal yang mengikuti mereka dari belakang menggunakan masker dan memegang alat suntik,” ujar Masri, Jumat (20/1/2023).

Lanjut Serka Ayyub Masri, atas peristiwa itu kedua murid tersebut takut dan mempercepat langkah menuju di pemukiman warga, sementar laki-laki yang tidak ditahu identitas itu memutar arah karena melihat pengembala sapi.

“Atas kejadian itu kami langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat dan pihak sekolah untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sawa, untuk Mendapatkan pemeriksaan Selanjutnya Kasus tersebut sudah di tangani kepolisian sektor Sawa untuk di tindak lanjuti,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sawa, IPTU Helga Riza saat dikonfirmasi melalui via telefon oleh awak media membenarkan laporan tersebut. Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan yang masuk dari guru siswa tersebut.

Sang guru datang di Polsek Sawa bersama kedua siswanya untuk memberikan laporan informasi, bahwa keduanya di ikuti oleh seseorang yang mereka tidak kenal.

“Dari hasil pemeriksaan dua siswa, disampaikan bahwa orang itu mempunyai ciri-ciri memakai sweeter hitam. Mengenai suntik yang dimaksud oleh siswa, setelah kami informasikan kembali, dikatakan oleh siswa kurang jelas, karena jarak antara siswa dan orang yang mengikutinya agak jauh. Mungkin kedua murid ini panik dan mengira itu penculilan anak. Karena memang di media sosial sudah ada pemberitahuan bahwa waspada terhadap penculikan anak,” ucapnya.

Disampaikan, laporan yang diterima sebagai bahan jajaran Polsek Sawa untuk menyelidiki informasi tersebut, dan memaksimalkan sistem pengamanan, juga rutin melakukan patroli di jam-jam sekolah dan pulang sekolah para murid dan siswa.

Sebagaimana diketahui, saat ini tengah marak di media sosial (medsos) informasi soal kasus penculikan anak.

Persoalan tersebut, banyak tuai komentar di kalangan publik. Ada yang menyampaikan hanya hoax, dan ada juga yang menyatakan kebenarannya berdasarkan postingan-postingan di medsos.

Menanggapi hal itu, benar atau tidaknya soal kasus penculikan anak, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada anak-anak di bawah umur yang hendak bepergian, bermain maupun bersekolah.

Pihak pemerintah, dan aparat keamanan pun diharapkan dapat membantu meningkatkan sistem keamanan agar situasi dimasyarakat bisa aman dan kondusif.*(b)

Laporan: Krismawan