Waspada Puncak Musim Kemarau Juni-Oktober 2024, Pj Gubernur Sultra Gelar Rakor

Sultralink.com, Kendari – Waspada puncak musim kemarau di Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor).

Menurut, Kepala Stasiun Klimatologi Aris Yunatas mengatakan, bulan Juni 2024 mendatang akan terjadi puncak musim hujan di sebagian wilayah Sultra. Selain itu, saat musim pancaroba akan berpotensi terjadinya puting beliung, hujan disertai petir, dan angin kencang.

“Bulan depan Pak Gub, di Kabupaten Bombana, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Muna, dan Kota Kendari masih akan terjadi puncak musim hujan. Selain itu, perlu diantisipasi potensi terjadinya puting beliung, hujan disertai petir, dan angin kencang,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pada bulan Juli, Sultra akan memasuki musim kemarau yang diperkirakan sampai dengan bulan Oktober.

“Juli kita akan memasuki musim kemarau, diperkirakan puncaknya pada bulan Agustus, selanjutnya bulan Oktober masuk peralihan ke musim penghujan. Tapi tidak perlu panik, Insya Allah kemarau tahun ini tidak seperti tahun lalu (alami El-Nino). Puncak kemarau tahun ini frekuensinya di angka 73,68%,”katanya.

Saat musim kemarau nanti, ada beberapa Kabupaten yang frekuensi hujannya sangat kecil dan berpotensi terjadi Karhutla. Kiranya hal ini dapat diantisipasi dan dimitigasi risikonya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan, dan ditegaskan kepada Perangkat Daerah terkait untuk memitigasi segala potensi yang dapat terjadi.

“Pertama, kepada Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan untuk segera memetakan sentra produksi padi kita agar jangan sampai panen kita terganggu. Menuju puncak musim kemarau agar segera siapkan pompa pengairan, selamatkanlah panen kita,” ungkapnya.

Kedua, kepada Dinas Kehutanan untuk segera antisipasi apabila terjadi Karhutla di wilayah kita, siapkan Petugas yang handal dan memiliki quick respon time agar tidak meluas. Sosialisasikan larangan buang puntung rokok sembarangan di daerah yang berpotensi terjadi kebakaran.

Andap juga menginstruksikan kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk siaga dan waspada apabila terjadi situasi kedaruratan maupun unpredictable.

“Saya tegaskan, salus populi suprema lex esto keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Saya tidak mau melihat masyarakat tidak terlayani dengan baik saat terjadi bencana maupun situasi kedaruratan,”tegasnya.

Andap berharap kepada para insan pers untuk secara masif menginformasikan masyarakat mengenai puncak musim hujan, pancaroba ke musim kemarau dan prakiraan kemarau bulan Juli mendatang.

“Jadi, saya berharap kerjasama Rekan-Rekan insan pers untuk pro aktif memberikan informasi kepada masyarakat agar masyarakat memperoleh informasi sehingga dapat memitigasi potensi bencana awal. Hal ini semata-mata untuk mewujudkan Sultra yang kondusif,” jelasnya.

Laporan: Indra Kusdana