Korban Tenggelam di Pantai Taipa Konut Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia

Sultralink.Com, Konawe Utara – Korban tenggelam atas nama Muhammad Fahril di Pantai Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (17/9/2023) ditemukan meninggal dunia.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WITA di area tanjung pantai taipa.

Kepala Dinas Pariwisata Konut, Ir. Rias.,SP.,M.Si menuturkan, dari informasi yang dihimpun bahwa korban ditemukan dalam posisi terapung di sekitar tanjung pantai taipa.

Disampaikan, awalnya pihak keluarga bersama tim pencarian dari Basarnas, Pemda Konut, TNI, Polri, dan masyarakat masih terus mencari keberadaan korban hingga malam hari menggunakan lampu/senter.

Tanpa sengaja, di dekat tanjung taipa tim melihat dari kejauhan ada benda yang terapung. Setelah ditelusuri lebih dekat ternyata sosok orang yang sudah mengambang diatas permukaan laut.

“Tim gabungan bersama masyarakat langsung mengevakuasi ke darat. Kondisinya sudah meninggal dunia,”ungkap Kadis Pariwisata Konut, Rias melalui via telefon, Selasa (22/9/2023).

Pihak keluarga yang melihat jenazah tersebut tak kuasa menahan tangis. Diketahui korban merupakan siswa Sekolah SMA 1 Wawotobi dan tinggal di Wawotobi, Kabupaten Konawe.

“Saat ini sudah dibawah ke rumah duka di wawotobi, tapi singgah dulu di puskesmas sawa untuk dilakukan penangan medis,”ujarnya.

Dengan ditemukannya korban, tim gabungan dari Basarnas menutup pencarian, dengan melaksanakan apel penutupan operasi SAR korban tengelam di tajung taipa.

Seperti diketahui, sebanyak empat orang wisatawan asal Wawotobi bernama Farli (16), Muh. Nurfadilah (16), Fahmi Landimuru (16), Arya (16) tenggelam akibat dihantam ombak saat berenang di Pantai Taipa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (17/9/2023).

Kepala KPP Kendari, Muhamad Arafah mengatakan, dari empat wisatawan tersebut tiga orang selamat dan satu dalam pencarian tim Tim Rescue Unit Siaga SAR Konawe Utara.

“Tiga orang wiasatawan ini diselamatkan oleh pengunjung pantai namun satu korbanya masih dalam pencarian bersama tim dan masyarakat,” ujarnya.

Aria menceritakan kronologis kejadianya, berawal 4 wiasatawan ini berenang di pantai taipa dengan menggunakan 1 buah ban pelampung.

Namun tiba-tiba ombak menghantam mereka hingga terseret, namun tiga berhasil diselamatkan dan satu dalam pencarian.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan, tim personil gabungan masih terus lakukan pencaharian.**

Laporan: Redaksi