Berita Jaminan Pelayanan Kesehatan Maksimal, Puskesmas Oheo Lakukan Pemeriksaan Secara Langsung di Lokasi Banjir

Sultralink.Com, Konawe Utara
Kondisi hujan dan banjir yang terjadi masih dibeberapa wilayah di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), tak menyurutkan semangat tim Dinas Kesehatan Konut untuk terus lakukan pelayanan dimasyarakat.
Melalui puskesmas-puskesmas, tim medis Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terus semangat melakukan pelayanan langsung di masyarakat, terutama diwilayahnya yang terdampak banjir.

Seperti yang dilakukan Puskesmas Oheo. Seluruh tim medis digerakkan untuk melakukan pelayanan kesehatan secara langsung di lapangan.

Sarana dan prasarana pendukung seperti alat-alat kesehatan, obat-obatan hingga armada oprasional disiapkan dan disiagakan untuk memberikan jaminan pelayanan maksimal.

Posko pelayanan kesehatan juga didirikan untuk melayani masyarakat baik yang berada di daerah itu sendiri maupun masyarakat luar yang melintas dan memerlukan pengobatan.

“Pelayanan kesehatan terus kami maksimalkan. Seluruh tim medis kami gerakkan sesuai tupoksinya untuk membantu masyarakat yang memerlukan pengobatan,”kata Kepala Puskesmas Oheo, Ritha, Jumat 10 Mei 2024.

Dikatakan, ketersediaan obat-obatan untuk lakukan pelayanan sampai saat ini terpenuhi. Pihaknya berharap dan meminta masyarakat jika ada yang memerlukan pengobatan untuk segera di koordinasikan di puskesmas dan tim medis yang telah disiagakan.

“Pengobatan gratis, untuk seluruh masyarakat yang memerlukan pengobatan baik itu dari daerah Konawe Utara sendiri maupun masyarakat yang melintas,”ujarnya.

Untuk diketahui, Kepala BPBD Konut, Aidin melalui salah satu tim penanggulangan bencana BPBD Konut, Dodi Rizal mengungkapkan, pertanggal 9 Mei 2024 data korban banjir bertambah dengan jumlah cukup signifikan yakni secara keseluruhan 488 kepala keluarga (KK), 983 jiwa dari sebelumnya 157 KK, 500 San jiwa.

Data tersebut, mencakup dibeberapa wilayah kecamatan dan desa yang terdampak banjir seperti Kecamatan Andowia, Asera, Oheo, Langgikima, Landawe dan Wiwirano.

“Ini disebabkan eskalasi cuaca matahari belum menyinari, dan curah hujan yang tinggi dikisaran 200 sampai 300 mili meter,”ungkapnya.

Dodi menerangkan, terpantau saat ini warga sudah mulai mengungsi. Sehingga, kondisi itu sangat dibutuhkan dapur umum untuk warga yang terdampak.

“Warga konsen selamatkan barang berharga. Dan kami dari tim mengupayakan air bersih, pengumpulan donasi dari pemda dan mitra pemerintah lainnya,”jelasnya.

Kondisi banjir yang dianggap semakin meningkat dan bertambahnya korban, Pemda Konut menaikan status kebencanaan menjadi tanggap darurat. Hal itu juga berdasarkan Surat Keputusan (SK) bupati yang dikeluarkan dan dibacakan oleh Wakil Bupati Konut, Abu Haera saat memimpin rapat.**adventorial

Laporan: Indra Kusdana